Minggu, 05 November 2017

Tugas 2 Mata Kuliah #Etika Profesi

TUGAS MATA KULIAH
ETIKA PROFESI

1.     Jelaskan etika dari Bahasa Yunani menurut pengertian anda !
2.     Jelaskan hubungan antara moral dan etika !
3.     Apa yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang  dituangkan dalam kode etik ( code of conduct ) profesi ? Sebutkan dan jelaskan . . .


Jawab

1.     Sebelum saya menjawab menurut jawaban pribadi, saya akan menyinggung sedikit pengertian Etika menurut Wikipedia, Etika ( Yunani kuno : “ethikos”, adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah,  baik, buruk dan tanggung jawab.
Kalau menurut pendapat saya tentang etika, cukup sulit untuk menjelaskan secara pribadi dengan Bahasa yang baik dan mudah dimengerti pembaca apa itu etika.
Namun saya akan tetap mencoba semampu yang saya bisa untuk menjelaskan apa itu etika, etika menurut pendapat saya adalah  sebuah attitude/sikap yang dimiliki oleh setiap orang, etika sangat berbeda namun kalau menurut saya hanya dibagi menjadi 2 bagian secara garis besar yaitu etika yang baik dan etika yang buruk. Penilaian terhadap etika seseorang hanya bisa dinilai oleh orang lain bukan diri sendiri apakah etika kita terhadap orang lain baik itu perempuan, laki-laki, orang tua ataupun anak-anak telah baik dimata mereka ? menurut saya pendapat dari setiap kategori yang telah saya sebutkan, akan berbeda, bisa saja kita dimata anak-anak beretika sangat baik dan ramah namun di etika professional dimata atasan kita, kita belum layak disebut baik. Jadi etika adalah sesuatu hal yang sangat relative tidak seperti sebuah ketetapan akan sebuah perilaku yang harus kita patuhi, atau sebuah sistem yang dikelola suatu perusahaan manapun.

2.     Moral dan etika sangat berkaitan dan memilki ikatan yang saling berkesinambungan, moral dan etika adalah suatu sifat yang dimiliki oleh tiap individu di dunia, namun tidak semua orang memiliki moral yang sehat tp tidak beretika, memiliki moral yang baik namun tetap tidak beretika baik, atau bahkan ada seseorang yang memiliki etika baik tetapi moralnya tidak sehat. Moral Bahasa latin Moralitas menurut Wikipedia adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainya.

3.     Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma social, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berlebihan dalam kategori norma hokum yang didasari kesusilaan.

Kode etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tat acara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tat acara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya. Tujuan kode etik agar profesionalisme memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melidungi perbuatan yang tidak profesional

Kamis, 28 September 2017

Tugas Softskill #Etika Profesi

Berbagai Jenis Profesi Bidang Teknik Mesin dan Sertifikasi Profesi : Insinyur Profesional dan Sertifikasi Internasional


1.0     Pendahuluan



Gambar 1.1     Seorang Engineer

Jenis profesi bidang Teknik mesin dan Sertifikasi Profesi Insinyur Profesional jenis profesi bidang Teknik mesin. Lapang pekerjaan sarjana Teknik mesin sangat luas, selain dapat bekerja dalam bidang-bidang industry dan produksi juga dapat bekerja pada bidang lainnya.

Sebelum kita memasuki pembahasan dari tema diatas, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Teknik Mesin dan Insinyur lalu setelahnya kita memasuki pembahasan mengenai Sertifikasi di dalam bidang tersebut.



2.0     Teori

Gambar 2.1     Mechanical Engineering
APA ITU Mechanical Engineering(Tek Mesin) ?
Teknik Mesin atau Teknik Mekanik adalah ilmu Teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisis, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah istem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmu mekanika, kinematika, Teknik material, termodinamika dan energi. Ahli atau pakar dari Teknik mesin biasanya disebut sebagai Insinyur (Teknik Mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu Teknik ini dalammendesain dan menganalisis pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industry, peralatan dan mesin industry dan lain sebagainya. Teknik mesin biasanya terdiri dari :
1.      Perancangan Mekanik dan Konstruksi
2.      Proses Manufaktur dan Sistem Produksi
3.      Konversi Energi
4.      Ilmu Bahan/ Metalurgi
Teknik mesin mulai berkembang sebagai suatu ilmu setelah adanya revolusi industry di Eropa pada abad ke-18. Kemudian pada abad ke -19 semakin berkembang lagi mengikuti perkembangan ilmu fisika. Ilmu Teknik mesin pun semakin canggih, dan para insinyurnya sekarang mengembangkan diri di bagian komposit, mekatronika, dan nanoteknologi. Ilmu ini juga mempunyai hubungan dengan Teknik penerbangan, Teknik sipil, Teknik listrik, Teknik perminyak, dan Teknik kimia.

Jadi, seorang Engineer mekanikal atau Teknik mesin bidang ilmu yang mereka pelajari cukup luas, karena kita bisa pembelajaran di bidangnya bisa meliputi berbagai bidang seperti yang telah disebutkan diatas, seperti manufaktur, metalurgi, Teknik sipil bahkan dibidang kelistrikan yang seharusnya menjadi ciri khas dari seorang Engineer elektro.

3.0     Pembahasan
            Tantangan di era globalisasi dan pasar yang kompetitif menuntut daya tahan dan daya saing sebuah kelompok, komunitas, organisasi dan negara dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia sebagai intellectual asset menjadi salah satu factor yang penting dalam mendukung produktivitas dan keunggulan kompetitif perusahaan. Pengembangan SDM stratejik merupakan tuntunan bagi setiap organisasi untuk menyelaraskan program training dengan strategi organisasi. Selain itu, pengembangan SDM menuntut perpaduan yang sinergik antara aspek pembelajaran (learning) dan aspek kinerja (performance). Untuk itu, pengembangan SDM melalui program training di tempat kerja membutuhkan suatu sarana dan fasilitas yaitu Training Center. Isu sertifikasi menjadi salah satu cara yang digunakan dalam membangun struktur karir professional dan pengembangan kualitas atau mutu. Seperti sertifikasi untuk ISO 31000 untuk Risk Management Standard, ISO 2600 untuk Social Responsibilty, Standar “ Chain Of Custody”, Standar ISO 9001, Standar ISO 14001, Standar Sustainable Forest Management dan masih banyak lagi. 


Gambar 3.1     Sertifikasi
LALU, APA YANG DIMAKSUD DENGAN SERTIFIKASI PROFESIONAL/PROFESI, PENTINGKAH ?

Istilah sertifikasi berasal dari Bahasa Inggris “Certification” dengan yang berarti keterangan, pengesahan, ijazah, sertifikat, brevet, diploma, keterangan. International Institute For Environment Develpoment (IIED), pengertian sertifikasi adalah prosedur dimana pihak ketiga memberikan jaminan tertulis bahwa suatu produk, proses atas jasa telah memenuhi standar tertentu, berdasarkan audit yang dilaksanakan dengan prosedur yang disepakati. Sertifikasi berkaitan dengan pelabelan produk untuk proses komunikasi pasar.
Sertifikasi pun dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah   :

11.      Sertifikasi Proffesional
Sertifikasi professional, kadang hanya disebut dengan sertifikasi atau kualifikasi saja, adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi professional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik. Sertifikasi biasanya harus diperbaharui secara berkala, atau dapat pula hanya berlaku untuk suatu periode tertentu. Sebagai bagian dari pembaharuan sertifikasi, umumnya diterapkan bahwa seorang individu harus menunjukkan bukti pelaksanaan Pendidikan berkelanjutan atau memperoleh nilai CEU (continuing education unit).

22.      Sertifikasi Profesi
Sertifikasi profesi dilakukan untuk kompetensi atau keahlian khusus. Misalnya profesi medis sering membutuhkan tenaga ahli atau spesialisassi tertentu dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Sertifikasi profesi dilakukan dalam rangka menerapkan standar professional, meningkatkan tingkat praktek, dan mungkin melindungi masyarakat (meskipun ini juga merupakan domain dari lisensi), sebuah organisasi professional mungkin menetapkan sertifikasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi semua tempat dimana seorang professional bersertifikat mungkin bekerja. Tentu saja, hal ini membutuhkan pola penilaian dan pertanggung jawaban secara hokum dari seluruh profesi yang ada.

Manfaat uji sertifikasi profesi sebagai berikut           :
a)   Melindungi organisasi dan anggota profesi dari praktek penyelenggaraan layanan sesuai tugas dan fungsi yang tidak kompeten sehingga dapat merusak citra organisasi profesi itu sendiri.
b)     Melindungi masyarakat atau warga negara dari praktek layanan yang merugikan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat menghambat kepentingan yang lebih luas.
c)     Mendorong upaya pembinaan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan oleh organisasi profesi.
d)    Sebagai wahana dalam penjaminan mutu bagi lembaga atau organisasi profesi yang bertugas mempersiapkan anggotanya untuk memberikan layanan secara berkualitas.
e)   Melindungi dan memelihara organisasi profesi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya dari kepentingan internal dan eksternal yang berpotensi menimbulkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku.
f)       Sarana akuntabilitas public
g)      Pengembangan karir dalam masyarakat bagi anggota profesi.
h)      Menerapkan etika dan standar nilai yang mengatur kinerja dan layanan profesi.



Sumber :
  • https://bunkslamet.wordpress.com
  • https://wahjudinsumpeno.wordpress.com/
  • https://id.wikipedia.org






Rabu, 03 Mei 2017

Penjelasan Serta Proses Pembuatan Motherboard

1.1 Pengertian Motherboard

       Motherboard adalah papan sirkuit berupa PCB yang memiliki berbagai komponen elektronik yang saling terhubung dimana cara kerjanya mengatur hal teknis seputar BIOS (Basic Input Output System), Chipset (Pengatur penyimpan data grafis), RAM(memori penyimpanan data sementara), VGA card ( memori penyimpanan data grafis), prosesor & Additional card (PCI,ISA).
        Pengertian dari motherboard sendiri yaitu papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo. Pengertian lainya dari Motherboard atau dengan kata lain adalah papan utama berupa PCB yang memiliki chip BIOS (program penggerak), jalur-jalur dan konektor sebagai penghubung akses masing-masing perangkat.

1.2 Fungsi Motherboard

       Fungsi utama motherboard ialah sebagai pusat penghubung antara satu perangkat keras dengan perangkat keras lainya. Artinya, motherboard disini mengemban tugas untuk menghubungkan bahasa kode antarperangkat keras untuk disinergikan menjadi sebuah aktivitas kerja perangkat komputer. Sebagai contoh, motherboard berfungsi menghubungkan beberapa perangkat keras seperti prosesor, RAM, Harddisk, Printer, VGA, Power Supply, dan masih banyak lagi.

1.3 Jenis-Jenis Motherboard



1. AT Baby/AT
          Motherboard jenis AT yaitu format yang digunakan dalam 386 serta 486 komputer pertama. kemudian format tersebut diganti oleh format ATX, dimana format ini membentuk sirkulasi udara yang lebih baik dari sebelumnya sehingga mudah untuk mengakses komponen-komponen komputer.

2. ATX
    Jenis dari motherboard ATX dapat di upgrade ke AT baby, hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan bagi anda. Jenis-jenis motherboard ini di rancang untuk menancapkan peripheral semudah mungkin (misalnuya, IDE konektor yang terletak di samping disk), Jenis dari motherboard ini adalah Standar ATX, Micro ATX, Flex-ATX dan mini-ATX.

3. BTX
     Jenis Motherboard BTX lebih di maksudkan untuk mendukung jenis Intel yang di rancang untuk memperbaiki pengaturan komponen, sehingga untuk mengoptimalkan sirkulasi udara, akustik, dan pengendalian panas. Konektor dalam motherboard ini di pasang secara paralel ke arah di mana udara mengalir. Kabel listrik BTX adalah sama dengan pasokan listrik ATX.

4.  ITX


      Motherboard ITX adalah format dari ( Teknologi Informasi extended ). Motherboard jenis ini di dukung oleh Via, adalah format yang sangat kompak yang dirancang untuk konfigurasi miniatur seperti mini-PC. Sedangkan jenis yang sama dengan motherboard ini adalah mini-ITX dan nano-ITX.


2.1 Gigabyte


       GIGABYTE didirikan pada Tahun 1986, membangun posisi kami tidak terbantahkan dalam inovasi teknologi yang berkelanjutan. Dengan berfokus pada teknologi utama dan mencapai standar kualitas yang ketat, GIGABYTE telah dianggap sebagai pemimpin motherboard yang inovatif dan terpercaya di dunia. Untuk menjaga keseimbangan dalam dunia yang cepat berubah, kami telah menawarkan lini produk yang komprehensif yang mencakup Motherboard, kartu grafis, komponen PC, PC periferal, laptop, Slate device, Desktop PC, komunikasi jaringan, server dan ponsel. Kami mendedikasikan untuk membangun seluruh jangkauan digital, menanggapi dengan segera dan serius keinginan dan kebutuhan konsumen.





2.1.1 Proses Pembuatan di pabrik Gigabyte

     Setelah mendengar penjelasan singkat dari Herbert Fan, para pengunjung dipersilahkan turun dari lantai delapan ke lantai tujuh melalui tangga. Untuk memasuki ruang pembuatan motherboard tersebut, para pengunjung harus terlebih dahulu melewati sebuah ruang Air Shower. Ruang ini ditujukan untuk membersihkan para pengunjung dari debu yang menempel di sekujur tubuh mereka. Walaupun tidak 100% bersih, akan tetapi tindakan ini sangat dibutuhkan.


Hal pertama yang kami lihat adalah banyaknya mesin yang ada di sana. Gigabyte sendiri sekarang telah membeli beberapa mesin baru untuk meningkatkan produktivitas pembuatan motherboard-nya. Mesin yang terlihat di gambar atas ditujukan untuk melapisi board yang masih kosong, seperti sebuah laminating.


Papan yang masih kosong dapat Anda lihat melalui gambar di atas. Beginilah bentuk awal dari setiap motherboard Gigabyte. Tidak ada slot dan port yang terpasang di sana.


Setiap papan yang ada dilapisi oleh sebuah pelapis, sampai board tersebut menjadi mengilap. Hal ini membuat board-board tersebut siap untuk dipasangkan komponen. Komponen pertama yang dipasang adalah socket untuk prosesor dan juga chipset seperti southbridge, sound, LAN, dan lain sebagainya, langsung dari mesin. Untuk pemasangan komponen lainnya, para rombongan dipandu untuk turun ke lantai lima.





Pemasangan kapasitor, port di bagian backpanel dan slot ekspansi dilakukan secara manual disini. Ya, benar, tidak ada mesin yang memasangkan komponen-komponen tersebut. Uniknya, sepertinya kami menemukan beberapa orang pekerja yang berasal dari negeri sendiri. Entah benar atau tidak, karena mereka tidak diperkenankan berbicara saat bekerja di pabrik.


Setelah komponen tersebut dipasang di tempatnya, kini giliran motherboard tersebut disolder secara keseluruhan dengan sebuah mesin. Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Tentunya setelah disolder secara otomatis, beberapa pengawas masih harus melihat secara teliti, apakah ada titik yang belum tersolder oleh mesin tersebut sehingga harus disolder secara manual.


Setelah semuanya beres, kini giliran pemasangan heatsink. Heatsink tersebut dipasang manual oleh beberapa pekerja. Uniknya, para pekerja tersebut dapat memasang seluruh heatsink dengan waktu kurang 30 detik! Hal ini tentu harus dilakukan dengan sangat teliti. Oleh karena itu, setelah pemasangan heatsink, rekan kerja di sebelahnya akan mengecek apakah heatsink sudah terpasang dengan benar atau belum.



Setelah semuanya beres, kini tinggal pengujian motherboard tersebut. Sampel yang diambil adalah sampel acak. Motherboard diuji apakah lolos dari segala error atau tidak. Tentunya, hal ini sangat penting mengingat motherboard tersebut akan dilepas ke pasaran.


Setelah itu, kami dipandu untuk turun ke lantai dua. Di lantai inilah motherboard-mortherboard tersebut di masukkan ke dalam kotak. Hal pertama yang dapat dilihat adalah sebuah mesin yang merakit karton pipih menjadi sebuah kotak paket penjualan.


Setelah semua karton diubah menjadi kotak penjualan, Motherboard serta bonus perlengkapan dimasukkan ke dalam kotak penjualan secara estafet.

Setelah semuanya selesai, setiap paket penjualan ditumpuk untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah kotak besar.


Setelah paket penjualan dimasukkan ke dalam dus besar, secara otomatis dus tersebut diikat sehingga tidak mudah terbuka.
    

Setelah diikat, seluruh motherboard tersebut siap dikirim ke distributor-distributor di seluruh dunia. Selesailah Gigabyte Factory Tour pada Computex 2011 tersebut. Bagaimana motherboard tersebut sampai ke tangan Anda dari distributor, tentu bukanlah bagian dari artikel ini.




Daftar Pustaka :
http://www.jagatreview.com
http://www.share-ilmu.info
https://www.google.com.



Rabu, 29 Maret 2017

SISTEM PERAWATAN MESIN RAJUT BUNDAR DI PT.TRILOKA BANDUNG

ABSTRAK

Terjadinya kerusakan komponen dan mesin menjadi permasalahan yang serius bagi pihak PT.Triloka. Dampak kerusakan yang menyebabkan penurunan hasil produksi ini menjadi perhatian serius. Sistem perawatan yang diterapkan sanggat mempengaruhi proses produksi dalam perusahaan ini. Keterlambatan pemenuhan permintaan konsumen diakibatkan kerusakan komponen dan mesin. Sehingga sanggat berdampak pada kepercayaan serta kepuasan konsumen. Penerapan sistem perawatan menjadi bagian penting dalam mengendalikan dampak kerusakan yang berlebihan. Penentuan metode perawatan yang baik akan memberikan banyak keuntungan bagi kemajuan perusahaan kedepannya. Perawatan yang diterapkan akan meningkatkan kinerja mesin jika dilakukan dengan tepat. 


Metode perawatan yang diusulkan sebaiknya menggunakan metode perawatan preventif. Dalam menyelesaikan persoalan dalam perusahaan peneliti akan menghitung, probabilitas kerusakan dalam [n] bulan, menghitung jumlah kerusakan yang diperkirakan, menghitung kemungkinan kerusakan mesin dalam [n] bulan, biaya bulanan total kebijakan breakdown serta Menghitung nilai keseluruhan ekspektasi kerusakan mesin dalam n-bulan. Penerapan metode perawatan preventif diharapkan akan meningkatkan hasil produksi. 


Selanjutnya kesimpulan dari penelitian tugas akhir ini adalah sistem perawatan yang diusulkan bagi perusahaan sebaiknya menggunakan sistem perawatan preventif. Sebab dari hasil pengolahan data jumlah selisih biaya preventif dan perawatan korektif sebesar Rp.29.227.458,--Rp.20.589.260,- =Rp.8.638.198,- sehingga tindakan perawatan dilakukan setiap tujuh bulan sekali. Maka untuk menerapkan sistem perawatan di sarankan agar PT.Triloka menggunakan metode preventive maintenance. 


LATAR BELAKANG MASALAH

Perusahaan PT. Triloka yang bergerak dibidang produksi tekstil, merupakan perusahaan yang memproduksi bahan kain untuk pembuatan kaos. Konsumen sebagian besar dari garmen dan tokotoko kain. Dalam industri tekstil ada beberapa jenis pengolahan secara tradisional dan menggunakan mesin rajut. Perkembangan tekstil sendiri dimulai sejak zaman kerajaan hingga saat ini dengan peralatan yang semakin canggih. 

Mesin yang digunakan dalam industri tekstil sendiri ada beberapa jenis seperti mesin rajut bundar dan mesin rajut datar. Setiap jenis mesin memiliki kemampuan produksi yang berbeda serta harga mesin yang relatif mahal. Dengan penggunaan mesin-mesin canggih dalam industri tekstil sangat berpengaruh pada hasil produksi yang lebih besar dengan kualitas yang lebih baik. 

Perawatan terencana sendiri merupakan upaya rutin untuk mengendalikan mesin agar tidak terjadi kerusakan.Dalam menjaga mesin tetap memiliki keandalan maka perlu peranan dari semua pihak. Metode perawatan yang dilakukan diperusahaan masih menggunakan sistem perawatan korektif serta belum adannya tindakan lanjut terhadapat mesin-mesin produksi tekstil. Sehingga perlu penerapan perawatan mengunakan metode perawatan preventif. 

Identifikasi Masalah
Dalam upaya untuk menangulangi kerusakan komponen-komponen mesin ataupun rusaknya mesin secara total. Maka itu proses perawatan pencegahan harus dilakukan secara berkala dan terusmenerus. Perawatan pereventif menjadi factor penting dalam menanggulangi kerusakan komponen dan mesin. Perumusan yang harus di analisis disini adalah: 

1.Apakah penerapan perawatan preventif memberikan hasil yang baik bagi pemeliharaan               komponenkomponen mesin? 
2. Bagaimana penerapan perawatan preventif yang baik bagi perusahaan PT.Triloka? 
3. Bagaimana menentukan sistem perawatan yang baik antara korektif dan preventif ? 
4. Bagaimana menentukan waktu perawatan preventif ?

Tujuan Penilitian
1. Untuk menganalisis sistem perawatan yang harus dilakukan, 
2. Untuk menentukan jadwal kebijkan perawatan yang harus dilakukan, 
3. Untuk mengetahui kebijkan preventif dalam penurunan ongkos perawatan komponen dan mesin rajut bundar

Pembatasan Masalah 
Penelitian yang dilakukan hanya terbatas pada mesin rajut bundar. Menganalisis dampak kerusakan pada mesin rajut bundar.

Asumsi 
1. Proses perawatan yang ada dalam perusahaan dalam keadaan normal. 
2. Prosedur perawatan tidak mengalami perubahan
3. Data biaya perawatan tidak berubah selama penelitian berlangsung di PT. Triloka

Kebijakan Perawatan 
Jadwal Kerja 
Pada tabel 6.merupakan tabel jadwal kerja management,operator dan mekanis. Jadwal kerja dibagi menjadi dua bagian dari jam 07.00-19.00 dan dari jam 19.00- 07.00 seperti yang terlihat pada tabel dibawa ini.

Tabel 6. Jadwal Kerja dan Lembur PT.Triloka Bandung

Kegiatan Perawatan dan Pemeliharaan mesin 
Dalam pengolahan data perbandingan minimasi ongkos antar kerusakan mesin dilakukan dengan dua metode yang kita hitung.

1. Metode perawatan terencana atau preventive maintenance

Secara ekonomis dapat kita lihat bahwa kegiatan perawatan terencana merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinnya kerusakan pada mesin.Ada beberapa kegiatan perawatan preventif yang direncanakan untuk menjaga mesinmesin produksi tetap terawat dan berproduksi dengan baik.

a. Perawatan Rutin 
Ini merupakan angenda secara rutin atau yang biasa dilakukan setiap hari untuk merawat mesin serta komponen mesin dalam perusahaan.Seperti pelumasan, pembersihan debu, setel mesin, setel gramasi, pengantian oli.Perawatan rutinan ini harus dilakukan setiap hari oleh operator yang bertanggung jawab saat menjalankan dan mengoperasikan mesin. 

b.Perawatan perkiraan 
Perawatan ini dilakukan berdasarkan kondisi alat saat mengalami kerusakan.Manajemen data perkiraan dilakukan setiap periodik atau pada saat alat mengalami gejala kerusakan, biasa menggunakan alat vibrasi, deteksi suara dan lainlain.Pengambilan data dan analisis sendiri biasanya dilakukan oleh bagian inspeksi peralatan produksi.Perawatan prediksi atau perkiraan ini merupakan upaya penanggulangan mesin atau alat produksi agar tidak terjadi breakdown. 

c. Semi Overhaul 
Merupakan upaya pemeliharaan pengantian komponen internal, biasa dilakukan pengantian terhadap komponen yang khusus agar mesin bisa berfungsi dalam posisi semula.  

d. Perawatan Tahunan
Perawatan tahunan adalah sebuah upaya peusahaan dalam memeriksa seluruh komponen mesin.Biasanya dalam hitungan minggu maupun bulanan perawatan ini dilakukan. Perawatan ini untuk memeriksa secara total keadaan mesin sehingga pada proses produksi untuk jangka waktu kedepan dapat berfungsi dengan baik. Proses perawatan ini bertujuan untuk mengantisipasi serta mengurangi seminimum mugkin breakdown saat proses produksi berlangsung. 

2. Metode Perawatan Korektif

Perawatan korektif biasannya dilakukan saat mesin atau alat menggalami kerusakan atau mati total.Baik terjadi secara mendadak maupun termonitor. Biasannya ongkos yang dikeluarkan saat proses perawatan korektif relatif lebih tinggi.

Data Jumlah Kerusakan Mesin
Data tabel jumlah kerusakan mesin selama 12 periode Juni 2012- Mei 2013

Tabel 7. Kerusakan Mesin Rajut Bundar selama 12 Periode 
2.1 Biaya Komponen
Data biaya komponen dapat kita lihat pada tabel 9 dibawa ini.Biaya komponen perawatan preventif dalam jangka waktu bulanan.

Table 8. Biaya Komponen Perawatan Preventif/Bulan

Data biaya perawatan korektif dalam jangka waktu bulanan seperti pada tabel dibawa ini.

Tabel 9. Biaya Perawatan Korektif Mesin Rajut Bundar

Pengolahan Data
Flowchart Pemecahan Masalah 
Proses pengolahan data melewati beberapa tahapan penting seperti pada flowchart dibawa ini.



Grafik Kerusakan mesin rajut bundar berdasarkan data kerusakan dari perusahaan.

Diagram Fishbone
Fishbone diagram atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara karakteristik kualitas/akibat dengan faktor-faktor penyebabnya sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat untuk mencari akar dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada. Material, Mesin, Metode, Manusia, Lingkungan.

1. Diagram sebab akibat kerusakan komponen singker pada mesin rajut bundar dapat kita lihat pada diagram fishbone dibawa ini.

2. Diagram sebab akibat keruskan komponen bearing pada mesin rajut bundar dapat kita lihat pada diagram fishbone dibawa ini.

Dari diagram fishbone diatas perlu penangan khusus secara rutin menggunakan perawatan preventif dicegah sebelum terjadi kerusakan. Bearing atau bantalan ulir ini merupakan komponen penting dalam sebuah mesin, apabila terjadi kerusakan maka proses produksi tertunda.

3. Diagram sebab akibat komponen sensor kain pada mesin rajut bundar dapat kita lihat pada diagram fishbone dibawa ini.



Fishbone diatas mencari akar penyebab kenapa sensor sering mati, pengecekan kain yang dilakukan menggunakan sensor ini mendeteksi setiap kecacatan pada hasil produksi. Sehingga ketika ada jarum yang patah menyebabkan pola kain menjadi cacat dan tidak memenuhi standar permintaan. Sensor akan otomatis mati ketika terjadi kecacatan pada kain. Maka penyetelan gramasi dan pengecekan komponen harus dilakukan setiap memulai produksi.

4. Diagram sebab akibat komponen sensor benang pada mesin rajut bundar dapat kita lihat pada diagram fishbone dibawa ini 
Sensor benang bertujuan untuk mengecek setiap benang dialirkan dengan baik. Bila terjadi kekusutan atau putusnya benang maka sensor akan mendeteksi. Perlu operator yang mengontrol aliran kain yang keluar dari rak-rak benang dengan baik. Karna penangganan yang salah akan menyebabkan sensor benang mati, akibatnya terjadi kerusakan sensor.

5. Diagram sebab akibat komponen Jarum pada mesin rajut bundar dapat kita lihat pada diagram fishbone dibawa ini
Jarum adalah komponen yang sanggat penting dalam industri tekstil. Tanpa jarum mesin tidak bisa memproduksi kain. Bila terjadi kerusakan pada jarum menyebabkan kerusakan pada hasil produksi pola kain akan menggalami kecacatan sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak perusahaan. Karena kebanyakan konsumen menginginkan pelayanan terbaik baik dari segi waktu maupun kualitas produk. Perlu pengecekan rutin untuk setiap jarum yang digunakan. Dengan menemukan akar permasalahan masalah kerusakan patah atau bengkoknya jarum dapat dihindarkan.


Perhitungan Ongkos Perawatan Korektif dan Preventif 
Untuk menghitung ongkos perawatan preventif, pertama-tama menghitung probabilitas kerusakan mesin rajut bundar selama periode waktu yang telah ditetapkan untuk dihitung.
Pada tabel dibawah ini merupakan hasil perhitungan probabilitas kerusakan mesin rajut bundar 
Tabel 10. . Jumlah kerusakan mesin.

Pada tabel dibawa ini untuk mencari jumlah bulan yang diperkirakan antar kerusakan-kerusakan pada mesin rajut bundar. Dengan cara perhitungan sebagai berikut:Jumlah bulan yan diperkirakan antar kerusakan-kerusakan = ∑ (bulan terjadinya kerusakan setelah pemeliharaan (i) x Probabilitas terjadinnya kerusakan (pi).

Tabel 11. Jumlah Bulan yang diperkirakan antar kerusakan-kerusakan.

Evaluasi perbandingan besarnya biaya dengan kebijakan perawatan terencana dan tidak terencana

1. Kebijakan Pemeliharaan Korektif 
Biaya Bulanan Total Kebijaksanaan Pemeliharaan Tidak Terencana atau Korektif maintenance.Menghitung biaya yang dikeluarkan jika melaksanakan kebijakan pemeliharaan breakdown:  

2. Kebijakan Pemeliharaan terencana (pereventive maintenance) 
Menghitung biaya yang dikeluarkan jika melaksanakan kebijakan pemeliharaan preventif: Untuk menentukan biaya pemeliharaan preventif meliputi pemeliharaan setiap satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan seterusnya, harus dihitung perkiraan jumlah kerusakan mesin dalam suatu periode. Rumusnya adalah:

Bn = perkiraan jumlah kerusakan mesin dalam n bulan,
N = jumlah Mesin, 
Pn = Probabilitas mesin rusak dalam periode n.  

Menghitung perkiraan jumlah kerusakan mesin dalam n bulan

1. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu satu bulan. 
B1 = NP1 = 4.526315789

2. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu dua bulan. 
B2 = N (P1+P2)+B1P1 = 8.774699908 

3. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu tiga bulan.
B3 = N (P1+P2+P3)+B2P1+B1P2 = 14.14525927

4. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu empat bulan.
B4 = N(P1+P2+P3+P4)+B3P1+B2P2 +B1P3 = 17.06847281

5. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu lima bulan. 
B5 =N(P1+P2+P3+P4+P5)+B4P1+ B3P2+B2P3+B1P4 = 21.47084148

6. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu enam bulan.
B6 = N (P1+P2+P3+P4+P5+P6)+B5P1+B4P2+B3P3 +B2P4+B1P5 = 27.22306361 

7. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu tujuh bulan. 
B7 = N (P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7)+B6P1+B5P2+B 4P3+B3P4+B2P5+B1P6 = 33.78334454 

8. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu delapan bulan. 
B8 =N(P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7+P8) +B7P1+B6P2+B5P3+ B4P4+B3P5+ B2P6+B1P7 = 40.5375122 

9. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu sembilan bulan.
B9=N(P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7+P8+P9) +B8P1+B7P2+ B6P3+B5P4+B4P5+ B23P6+B2P7+B1P8 = 46.38723484 

10. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu sepuluh bulan. B10=N(P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7+P8+P9+P10)+ B9P1+B8P2+B7P3+B6P4+B5P5+B4P6+B3P7+B 2P8+B1P9 =52.44965106 

11. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu sebelas bulan.
B11=N(P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7+P8+P9+P10+P11)+B10P1+ B9P2+B8P3+B7P4+B6P5+B5P6+B4P7+ B3P8+B2P10+B1P10 =60.37043603  

12. Bila kebijakan pemeliharaan terencana (preventive) dilakukan setiap jangka waktu dua belas bulan.
B12 =N(P1+P2+P3+P4+P5+P6+P7+P8+P9+P1 0+P11+P12) = 70.48121215

Menghitung nilai keseluruhan ekspektasi kerusakan mesin n-bulan, rata-rata kerusakan mesin perbulan, Biaya perawatan preventif setiap bulan, biaya perbaikan kerusakan perbulan serta menhitung total biaya setiap bulannya.

a = Pemeliharaan n preventif tiap n-bulan 
b = Jumlah kerusakan yang diperkirakan dalam n-bulan 
c = Jumlah rata-rata kerusakan perbulan ( ) ( ) ( ) a b C ..............................................(4.1) 
d = Biaya kerusakan yang diperkirakan perbulan (d) (c) Rp. ............................(4.2) 
e = Biaya pemeliharaan yang diperkirakan perbulannya Rp a e ) 1 ( ) ( .................(4.3) 
f = Biaya sub kebijakan pemeliharaan preventif yang diperkirakan ( f ) (d) (e) ....(4.4)  

Tabel 4.12. Menghitung nilai keseluruhan ekspektasi kerusakan mesin 12 periode Juni 2012-Mei 2013 Hasil pengolahan data sendiri berdasarkan sumber data dari PT.Triloka Bandung 2012-2013 Berdasarkan hasil perhitungan biaya mesin rajut bundar didapatkan biaya sub kebijakan preventif rajut bundar, terendah sebesar Rp.20.589.260,-jatuh pada bulan ke 7 (tujuh). Maka itu disarankan agar sebaiknya pemeliharaan menggunakan metode perawatan preventif dan sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu setiap 7 (tujuh) bulan satu kali.

Bila kita lihat biaya kerusakan komponen mesin korektif maintenance mesin rajut bundar sebesar Rp.29.227.458. Selisih biaya yang ada antara preventif dan perawatan korektif sebesar Rp.29.227.458,--Rp.20.589.260,- = Rp.8.638.198,- . selisih biaya yang begitu tinggi diharapkan dapat dikendalikan atau diminimasi sekecil mungkin. Maka untuk menerapkan sistem perawatan di sarankan agar menggunakan metode preventive maintenance.


DaftarPustaka 
1. Patton, Joseph D, Preventive Maintenance/Joseph D. Patton, Jr.-2 nded.p cm
2. Levitt, Joel, 1952- The complete guide to preventive and predictive maintenance/by Joel Leviit.p.cm first Edition. 
3.Zulaihah,Lilik,oktober2009.BinaTeknika,volume5nomor2,ProgramPerencanaanKebijakanPenjadwala n. 
4. Ishikawa, Kaoru. 1992. PengendalianMutuTerpadu. Diterjemahkanoleh Budi Santoso. Bandung: RemajaRosdakarya.
5. Quality Management Center Newsletter, Edisi 16/V/Februari/2009, Jakarta: UniversitasBina Nusantara. 
6. Jay Heizerdan Barry Render, (2001) “Operations Management” preventive maintenance 
7. M.S Sehwaratdan J.S Narang, (2001) “Production Management” 
8. Setiawan F.D, 2008). MenurutDaryus A, (2008) dalambukunyamanajemenpemelih araanmesin 
9. Handoko, T Hani, 1999, DasardasarmanajemenproduksidanOper asiEdisipertama, Yogyakarta, BPFE 
10. Corder Antony (1992), TeknikManajemenPemeliharaan, Erlangga 
11. http://wikipedia.com 
12. http://repository.usu.ac.id/bitstrea m/123456789/25932/4/Chapter%2 0II.pdf, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemeliharaan (Maintenance) 
13. http://mesinrajut.blogspot.com/20 12/07/mesin-rajut-bundar.html
14.http://egismy.wordpress.com/2008/04/18/bagian-ii-industri-tekstildan-produk-tekstil-tpt-indonesia/
15.http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/646/jbptunikompp-gdl-brostitota-32271-11-unikom_b-l.pdf